Kamis, 29 Maret 2012

Yang Kau Cari Itu Ada di Dalam Dirimu Sendiri

Syahdan , beberapa abad yang lalu seorang Aceh bernama Syeikh hamzah Fansuri mengalami kegelisahan, demi meraih kebahagiaan sejati yang begitu dirindukannya beliau berkelana menuntut ilmu dan berziarah ke berbagai tempat, sebut saja Jawa,Pasai,Mekkah hingga Persia ia kunjungitapi kegelisahan itu tak kunjung reda.Hingga suatu hari saat bermunajat pada Ilahi, kebahagiaan yang ia cari selama bertahun-tahun datang tiba-tiba justeru saat ia berada di dalam kamarnya, di rumahnya sendiri. Selanjutnya pergumulan batinnya tersebut beliau tuangkan dalam sebait syair berikut ini :

“Hamzah Fansuri di dalam Mekkah,

mencari Tuhan di Bait Al-Ka’bah.
Dari Barus ke Qudus terlalu payah,
akhirnya dijumpa di dalam Rumah”.

Setiap orang, baik disadari maupun tidak, pasti menginginkan ketenangan dan kebahagian. Setiap insan pasti mengejar kebahagian dan ketenangan itu kesana - kemari. Sebagian mengira bahwa kebahagiaan itu ada pada uang, maka mereka berusaha mengumpulkan uang sebanyak -banyaknya. Sebagian mengira bahwa kebahagiaan itu ada pada wanita cantik, maka mereka berusaha mendapat istri cantik. Pada akhirnya setelah mendapatkan semuanya itu, ternyata mereka tetap merasa tidak puas dan tidak bahagia. Kenapa?, karena semua obyek - obyek itu memiliki keterbatasan sedangkan keinginan manusia sifatnya tak terbatas. Bagaimana mungkin sesuatu yang terbatas bisa memenuhi keinginan-keinginan kita yang tak terbatas?


Itulah sebabnya barangkali mengapa para ahli sufi- lainnya atau para tokoh spiritual sejak berabad-abad lalu sering berkata pada para muridnya ,” hendak kemana dan apa yang kau cari ?” mereka menemukan bahwa kebahagiaan dan ketengan sejati yang dicari tiu ternyata ada di dalam diri manusia.


Menurut para ahli sains, dalam diri manusia ada zat yang bisa menimbulkan ketenangan dan kebahagiaan , para ahli menyebutnya endorphine dan melatonin.Berbagai penelitian membuktikan bahwa zat tersebut biasanya muncul saat manusia melakukan aktifitas meditasi atauaktifitas sejenis yang memberikan efek meditatif.Saat awal memasuki meditasi, hormon endorphin dan melatonin yang diproduksi tubuh akan menurunkan ketegangan otak dan sistem syaraf tubuh yang kemudian gelombang otak akan terkondisikan memasuki alpha state 7–14 cps atau 8 – 13,9 Hz , yaitu suatu kondisi relaks yang mendalam.Memang saat kondisi mental seseorang sedang bersantai seperti : berjalan-jalan di taman atau melihat akuarium misalnya, gelombang otak sudah dapat memasuki kondisi Alpha awal (sekitar 10-14 hertz). Tetapi kondisi alpha yang mendalam 7-9 hertz hanya bisa didapatkan dalam keadaan meditasi atau kondisi pratidur.


Selanjutnya setelah Alpha ini , seseorang meditator akan memasuki kondisi relaksasi yang lebih dalam

yaitu Theta dan kemudian lebih dalam lagi yaitu yang disebut Delta . Theta adalah suatu trance atau kondisi tidur ayam antara 4- 7 hertz. , yaitu suatu kondisi mental-spiritual yang sangat intuitif, sedangkan Delta adalah kondisi yang lebih dalam lagi dari Tetha , yaitu berkisar antara 0,1-3,9/4 hertz, keadaan tersebut sama seperti tidur, pingsan atau koma.Dalam tradisi tasawuf kondisi Theta atau Delta sering diistilahkan sebagai Fana , lebih dalam lagi dari itu sering disebut dengan istilah Fana ul Fana, dalam Yoga kondisi ketenangan total sejenis ini biasa disebut Ananda. Dalam kondisi yang sekilas hampir sama dengan tidur, pingsan, atau koma tersebut, seorang dipenuhi dengan puncak energi kreatifitas , spiritualitas atau intutifitas, jadi banyak sekali idea , spirit atau inspirasi dari alam bawah sadar, atau dari Sumber Kebijaksanaan Tertinggi yang bisa tercurah dalam kondisi ini.

Berbeda dengan keadaan tidur biasa dimana keadaan tersebut tidak terkendali , pada seseorang yang bermeditasi , kondisi batin atau disini diistilahkan dengan gelombang otak tertentu , dapat dipertahankan dengan kendali fikiran atau kemauan.Artinya seseorang tidak langsung menuju ke Delta setelah melewati Alpha dan Theta seperti pada tidur, tetapi dalam meditasi keadaan gelombang otak tertentu yang dituju seperti Alpha atau Theta misalnya , dapat dipertahankan lebih lama.

Kajian sains belakangan ini telah membuktikan banyaknya manfaat meditasi pada kesehatan manusia.Pada tahun 1967 misalnya, Prof Dr herbert Benson dari fakultas Kedokteran Universitas Harvard mengadakan peenelitian pada 36 orang yang sedang bermeditasi . Eksperimen tersebut berhasil membuktikan bahwa para praktisi meditasi yang dijadikan objek penelitian tersebut ternyata menggunakan oksigen 17 % lebih rendah daripada manusia biasa, jantung berdenyut lebih lambat dari biasa, sementara gelombang theta dalam otak meningkat dengan jelasnya.Selanjutnya, dalam bukunya yang berjudul The Relaxion Response ilmuwan tersebut menyatakan bahwa meditasi mampu menghilangkan stress dan membuat seseorang menjadi lebih ceria.

Secara ilmiah , efek meditasi terhadap organ tubuh pun sudah dibuktikan oleh Dr. Itzhak Bentow .Dengan menggunakan alat perekam ballistocardiograph., peneliti ini membuktikan bahwa meditasi ternyata mampu mengaktifkan gelombang syaraf dalam otak. Peningkatan gelombang saraf tersebut akan meningkatkan pula koordinasi hemisfer kanan dan kiri otak, kemudian dengan adanya koordinasi yang baik, otak kanan dan kiri, maka kontrol sistem saraf otonom pun akan semakin baik pulayang kemudian akan memperbaiki sistem regulasi fungsi jantung, temperatur tubuh, aliran darah, dan oksigenasi sel serta jaringan tubuh .


Selain itu, sebagaimana yang dilaporkan majalah The Times edisi 4 Agustus 2003, meditasi ternyata dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh atau mekanisme perlawanan alamiah tubuh terhadap penyakit.Dilaporkan pula dalam majalah tersebut bahwa dalam suatu eksperimen yang dilakukan pada 90 penderita kanker, sel-sel anti kanker meningkat setelah para objek penelitian tersebut melakukan meditasi rutin selama enam minggu berturut-turut.


Nah, karena itu masukilah zona nyaman -tenang -bahagia dalam diri anda dengan melakukan meditasi secara rutin, atau lakukanlah ibadah secara khusyuk mendalam hingga memberikan efek meditatif yang memberikan rasa ketenangan dan kenyamanan yang luar biasa dalam diri anda, atau anda dapat menikmati musik-musik meditasi-relaksasi yang tersedia, karena selain hal tersebut dapat memberikan manfaat secara fisik,emosional dan mental, hal tersebut akan pula memberikan manfaat secara spiritual yang tentunya akan mempercepat proses kesembuhan anda.Saya sangat menganjurkan anda untuk mencari guru yang tepat unutk meditasi, selanjutnya masuki ,nikmati dan arungilah zona nyaman dalam diri anda.



(Diambil dari naskah Rahasia Sembuh, Buku panduan menuju sehat untuk orag yg sakit )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar